Akasia Ku Sayang, Sawit Kutebang

Bagikan Artikel Ini
  • Akasia Ku Sayang, Sawit Kutebang

Oleh : Dr. Muhammad Nurul Huda, SH. MH

Mengapa Tuhan menyuruh kita berlaku adil dalam menegakkan hukum. Karena memang, ketika pemimpin dan penegak hukum tidak adil dalam menegak hukum, maka yang terkena dampaknya adalah rakyat. Mengapa begitu, meminjam tafsir Thomas Aquinas, ketika hukum positif yang ada ditambah dengan hukum positif yang dibuat oleh manusia tetapi tidak dijalankan dengan adil, maka hukum alam bekerja menurut dirinya sendiri. Kerja hukum alam ini sulit ditebak.

BACA :  POTENSI PENGELOLAAN SUMBER DAYA PERIKANAN MENURUT  UNDANG UNDANG CIPTAKERJA (10)

Yang pasti, Alam akan membuat hitungan sendiri. Jika kita tidak mau terkena dampak dari setiap ketidakadilan, kita harus berbuat untuk mencegahnya, misalnya untuk terus-menerus mengingatkan pemimpin dan penegak hukum agar berlaku adil. Pemimpin jagan alergi untuk dikritik. Karena pemimpin yang dipilih secara demokrasi bukan manusia suci.

Lanjut ya, bagaimana jika hukum alam juga tidak mampu mengingatkan pemimpin atau penegak hukum yang tidak adil. Thomas Aquinas mengatakan Tuhan akan bekerja. Hanya saja, tidak semua manusia mengetahuinya, hanya manusia-manusia tertentulah yang mengetahuinya.

BACA :  Mencari Ikan Warga di Pelalawan Disambar Buaya Tubuh Hilang Separoh

Jika Tuhan sudah bekerja menurut ketentuannya. Maka tidak ada guna uang, kuasa dan jabatan. Bencana silih berganti datang. Yang terbaru Virus Corona. Katanya belum ada anti virusnya. Tetapi apakah tumbuh-tumbuhan bisa juga terkena virus ini. Jika iya, apakah pohon akasia PT. RAPP kebal terhadap virus ini. Ada baiknya kita merenung dan bertanya kepada rumput yang bergoyang.

BACA :  POTENSI PENGELOLAAN SUMBER DAYA PERIKANAN MENURUT  UNDANG UNDANG CIPTAKERJA (2)

Ramuan tulisan ini terinspirasi dari, suatu ketika penulis pernah melihat asap pabrik PT RAPP “bernyanyi di udara”.

Walau tulisan ini “jelek”, tapi anda sudah menjadi pembaca yang baik, terimakasih.

Komentari Artikel Ini