Ini Dampak Limbah yang Dibuang Cerobong Pabrik Rayon, Bisa Ganggu Penglihatan, Mual dan Pusing

Ini Dampak Limbah yang Dibuang Cerobong Pabrik Rayon, Bisa Ganggu Penglihatan, Mual dan Pusing

Suaraburuhnews.com – Pangkalan Kerinci – Dampak lingkungan yang dikeluarkan oleh cerobong pabrik rayon yang mengunakan proses kimia Carbon Disulfida (CS2) menimbulkan beragam penyakit.

Menurut pakar lingkungan yang merupakan anak jati Riau DR. Elviriadi mengatakan kepada sbnc, ada bermacam penyakit yang diakibatkan oleh Carbon Disulfida (CS2) yang dibuang ke udara melalui cerobong asap pabrik.

“CS2 ini bisa menimbulkan dampak penyakit kepada manusia yang terkena. Penyakit yang diakibatkannya seperti rasa pusing, mual, gangguan penglihatan,” kata pakar lingkungan itu.

Dijelaskannya lagi,”CS2 vital bagi keselamatan penduduk. Pembuangannya harus dipantau melalui penyediaan alat Continuous Emission Monitoring Sistem (CEMS).

Ketua Majelis Lingkungan Hidup Muhammadiyah itu menjelaskan, seharusnya dampak lingkungan sudah termaktub dalam dokumen AMDAL.

“Dampak lingkungan seperti pencemaran udara ini harusnya sudah klir di AMDAL, dari AMDAL baru diterbitkan ijin lingkungan,” beber akademisi yang dikenal kritis itu.

Kepala Departemen Perubahan Iklim Majelis Nasional KAHMI itu merinci, senyawa Carbon Disul fida (CS2) memang sering digunakan untuk campuran dalam membentuk serat rayon sebuah pabrik tekstil

Pria gempal yang sering jadi saksi ahli dipersidangan itu meminta supaya Bupati dan DPRD Kabupaten Pelalawan segera turun tangan.

“Solusinya Pak Bupati HM. Harris dan Pak Dewan turunlah, ini dampaknya serius. CS2 ini bisa menimbulkan rasa pusing, mual, gangguan penglihatan,” jelasnya.

Elviriadi menambahkan, selama ini memang validitas AMDAL di Indonesia masih sangat diragukan. Oleh itu, kita minta Bupati Pelalawan cross-check ke lapangan dan segera bentuk tim independen. Sebelum timbul konflik warga dengan PT.RAPP makin membesar,” pungkas Putra Melayu Selatpanjamg yang istiqamah gundul kepala demi nasib hutan.***

Poto: DR Elviriadi.

Komentari Artikel Ini