Kepala Desa Buatan Besar Diamankan Warganya Bersama Seorang Wanita di Kebun Sawit

Bagikan Artikel Ini

Kepala Desa Buatan Besar Diamankan Warganya Bersama Seorang Wanita di Kebun Sawit

Suaraburuhnews.com – Siak – Oknum Kepala Desa (kades) di Kecamatan Siak, Kabupaten Siak, Riau, berinisial SU diduga berselingkuh dengan wanita berinisial MAR. Keduanya digerebek warga di tengah perkebunan sawit.

Dikutip dari detik.com, bahwa,”Kepala kampung (Kades) Buatan Besar diamankan masyarakat bersama seorang wanita (MAR) di tengah kebun sawit. Mereka tengah berduaan,” kata Humas Polres Siak Bripka Dedek kepada kepada wartawan, Rabu (15/1/2020).

BACA :  Lakukan Aksi Damai, Kertas Bertuliskan "Tangkap GM PT Mentari Subowo" Terpampang

Dedek menjelaskan, peristiwa ini terjadi pada Senin (13/1) sekitar pukul 18.00 WIB. Saat itu, saksi bernama Muslan merasa curiga terhadap gerak-gerik keduanya.

Muslan bersama warga Desa Buantan Besar lalu menggerebek SU yang merupakan kades Langkai. Dua desa ini ada di Kecamatan Siak.

“Lantas saksi memanggil warga lainnya untuk menggerebek karena diduga melakukan tindak pidana perzinaan. Setelah digerebek diserahkan ke Bhabinkamtibmas,” kata Dedek.

BACA :  POTENSI PENGELOLAAN SUMBER DAYA PERIKANAN MENURUT  UNDANG UNDANG CIPTAKERJA (7)

Selanjutnya, kades dan wanita tersebut dibawa ke Mapolsek Siak. Setelah dilakukan pemeriksaan, keduanya mengaku tengah berduaan.

“Keduanya mengakui berjumpa di kebun sawit rencana akan melakukan perzinaan. Namun, saat digerebek warga, keduanya belum sempat melakukan perzinaan,” kata Dedek.

Selain itu, sambung Dedek, Kades dan wanita tadi mengakui sudah sering berkomunikasi dan sudah empat kali melakukan hubungan intim.

BACA :  Sadis, KKB Kembali Tembak masyarakat Sipil di Papua

“Mereka mengaku melakukan hubungan badan suka sama suka,” kata Dedek.

Hanya, kasus ini, kata Dedek, tidak dilanjutkan ke proses hukum karena tiap pasangan keduanya tidak bersedia membuat laporan. Satu sisi, kasus perzinahan ini merupakan delik aduan.

“Istri Kades dan suami wanita inisial MAR sepakat menyelesaikan permasalahan yang terjadi secara kekeluargaan dan bermusyawarah. Ini tertuang dalam surat pernyataan yang diteken mereka,” tutup Dedek.

Poto: Ilustrasi.

Komentari Artikel Ini