Oknum Dokter Jaga RS Amalia Medika Pangkalan Kerinci Lukai Hati Pasien

Bagikan Artikel Ini

Oknum Dokter Jaga RS Amalia Medika Pangkalan Kerinci Lukai Hati Pasien

Suaraburuhnews.com – Pangkalan Kerinci – Pasien miskin dan pengguna BPJS Kesehatan (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan) mengalami diskriminasi layanan rumah sakit. Mereka terpaksa menerima ketidakadilan itu.

Seorang oknum dokter umum inisial AN yang sedang berjaga di ruangan IGD Rumah Sakit Amalia Medika Jalan Maharaja Indera Pangkalan Kerinci Tmur mengucapan kata-kata kurang pantas oleh propesi seorang dokter.

“Sudah pakai pengobatan murah. Lain kali bawa ke Puskesmas dulu baru ke sini,” ungkap dokter itu berdiri dekat tumpukan map berobat pasien.

Hal ini disampaikan War istri pasien yang sedang berobat di RS ini kepada suaraburuhnews.com, Sabtu (5/9/2020).

Mereka sangat sedih, kesal mendengar ucapan oleh oknum dokter tersebut. Ucapan dokter itu telah melukai perasaan pasangan suami istri ini.

BACA :  KKB Bacok Penjual Bakso Keliling Hingga Kritis

Kronologis kejadian memilukan itu dimana pasien berbama Bujang Paris (56) berobat ke RS Amalia Medika Sabtu (5/9/2020) sekira pukul 05:15 WIB. Pasien mendaftar dan langsung masuk ke ruangan langsung ke IGD.

Sekitar pulul 05:30 dicek oleh dokter jaga. Pasien atas nama Bujang Paris (56) warga alamat Jalan Famili Kerinci Timur mengalami sakit asam lambung
diperiksa oleh dokter jaga Amelia Medika. Awalnya dokter menanyakan kepada pasien siapa yang sakit. Lalu sang istri menjawab sang suami saya sudah 1 malam tak tidur karena sakit. Terus dokter memeriksa mengecek dan mengeluarkan kata-kata yang tak pantas yang seharusnya oleh seorang dokter.

Dokter tersebut mengatakan, “Bapak jangan bertele-tele mengasih informasi penyakit. Bapak mau saya operasi dan edel-edel perut bapak, ujar dokter jaga tersebut,” ungkap War istri Bujang Paris kepada sbnc kemarin.

BACA :  Segudang Prestasi Menembak Tersimoan dari Putri Pelalawan

Setelah itu katanya, dokter tersebut berdiri melihat dan membolak-balik map riwayat historis penyakit yang dialami pasien tersebut. Saat melihat dukumen tersebut dokter berkata-kata,” Sudah pakai pengobatan murah. Lain kali bawa ke Puskesmas dulu baru ke sini,” ungkap dokter dengan kasar.

Saat dikonfirmasi di bagian pendaftaran di Rumah Sakit Amalia salah seorang staf bernama TR mengatakan bahwa nama dokter jaga pada kejadian tersebut ibernama dr. AN. “Dokter yang jaga bernama dr. AN. Sekarang dia tak masuk,” kata TR kepada sbnc.

Manager Personalia RS Amalia Medika, Rosma Butar-butar saat dikonfirmasi tadi pagi Selasa (8/9/2020) membenarkan bahwa ada dokter yang bernama AN yang sedang berkerja di rumah sakit itu.”Benar memang ada karyawan kita bernama dokter Andi. Dia baru masuk di sini,” kata Rosma Butar-butar kepada sbnc di salah satu ruangan Rumag Sakit Amalia Medika tadi pagi.

BACA :  IPMR-KP Yogyakarta Laksanakan Musyawarah Tahunan Anggota

Rosma berjanji akan nembawa permasalahan ini ke Direktur. Dan dia akan melaporkan ke komite etik. Rosma juga menyebut sebenarnya ini maslah pribadi dokter dengan pasien dimana komunikasi dokter dengan pasien kurang etis.

Pihak rumah sakit Amemalia Medika katanya juga akan minta maaf kepada pasien tersebut pada hari ini. Namun setelah ditanya dengan pasien yang jadi korban sampai berita ini dilansir pihak RS Amelia Medika belum menampakan batang hidungnya, kata korban.

Ditulis: Rojuli
Editor : Aps

Poto: RS Amelia Medika.

Komentari Artikel Ini