Polda Kalbar Tangani 4 Kasus Haox Terkait Covid-19

Bagikan Artikel Ini

Polda Kalbar Tangani 4 Kasus Haox Terkait Covid-19

2 Warga Singkawang dan 2 Warga Ketapang Kini Berurusan Dengan Tim Siber Polda Kalbar Lantaran Posting Hoax

Hati – hati Dalam Share Informasi Ditengah Pandemi Covid-19, Polda Kalbar Kerahkan Tim Patroli Siber

Suaraburuhnews.com – PONTIANAK, KALBAR – Saat ini Polda Kalbar tengah melakukan penyelidikan terhadap kasus hoax terkait virus Covid-19 yang ada di Provinsi Kalimantan Barat. Setidaknya ada 4 Laporan Polisi (LP) yang saat ini diproses oleh Subdit Siber Crime.

BACA :  LSM Laporkan Kepala Desa Segamai di Polres Pelalawan

Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol Donny Charles Go mengungkapkan, bahwa Subdit Siber Crime Polda Kalbar bersama Polres Jajaran sedang bekerja menelusuri informasi informasi hoak yang beredar di media sosial.

“Sampai dengan saat ini, sudah ada 4 LP yang masuk terkait hoaks informasi Covid-19. Polres Singkawang 2 LP dan Polres Ketapang 2 LP” ungkapnya Senin (6/4/2020)

Ia juga mengungkapkan postingan para pelaku yang akhirnya terjerat dengan UU ITE ini.

BACA :  Biadab, Seorang Pelajar Tewas Dibunuh KKB Di Papua

“Pertama untuk 2 kasus di Singkawang, kita amankan 2 orang yang dengan sengaja memposting dihalaman medsos pribadinya mengenai adanya pasien suspect corona di RSUD Abdul Azis. Diposting pada tanggal 27 Februari” ungkapnya

“Selanjutnya 2 kasus di Ketapang, yang juga memposting informasi mengenai adanya pasien WNA yang suspect covid-19 di RS Agus Djam, satunya lagi mengenai informasi hoaks virus Covid-19 sudah masuk di sebuah Kecamatan di Ketapang” lanjutnya

BACA :  Lakukan Aksi Damai, Kertas Bertuliskan "Tangkap GM PT Mentari Subowo" Terpampang

Kombes Pol Donny Charles Go ini juga mengatakan, dengan adanya surat telegram Kapolri mengenai penindakan terhadap penyebar hoaks di tengah pandemic Covid-19, pihaknya memperketat patroli di media sosial. Upaya ini dilakukan untuk memberikan rasa tenang kepada masyarakat luas sehingga tidak menimbulkan kepanikan ditengah masyarakat.

Ia juga menegaskan sanksi hukuman terhadap penyebar hoax, berdasarkan Pasal 14 ayat (1) UU ITE dapat terancam dengan hukuman penjara maksimal 10 tahun.(Kabid Humas Polda Kalbar)

Komentari Artikel Ini