18 Hari Kabut Asap di Pelalawan, Mengapa Kabut Asap Semakin Pekat dan tak Lenyap

Bagikan Artikel Ini:

18 Hari Kabut Asap di Pelalawan, Mengapa Kabut Asap Semakin Pekat dan tak Lenyap

Suaraburuhnews.com – Pangkalan Kerinci – Terhitung, sudah 18 hari kabut asap tebal terus – menerus menyelimuti Kabupaten Pelalawan propinsi Riau. Pertamanya kabut asap terjadi di dalam catatan sbnc pada hari Senin (2/9) dan sekarang Hari Kamis (19/9).

Pantauan sbnc di Pangkalan Kerinci ibukota Kabupaten Pelalawan dan Kecamatan Langgam hari ini terus dan terus berasap pekat. Kondisi kabut asap cukup tebal dan tidak ada perubahan dengan kemarin.

Baca Juga :  Kenapa Indonesia Dilanda Panas Terik, Ini Penjelasan BMKG

Pertanyaanya mengapa kabut asap yang sudah 18 hari ini tanpa ada perubahan?

Kedatangan presiden RI Jokowi pun tak mampu megusir dan melenyapkan kabut asap di Riau khususnya Kabupaten Pelalawan.

Lalu apa lagi yang kalian datangkan agar kami terhindar dari kabut asap ini. Kami sudah tak tahan lagi derita ini. Napas kami sudah ngos-ngosan, mata kami sudah perih, kulit kami sudah kering.

Kebakaran hutan dan lahan terus terjadi. Luas lahan terbakar akibat karhutla di wilayah Riau semakin meluas. Saat ini sedang terbakar lahan gambut di Km 10 -12 Jalan Koridor PT. RAAP. Dikabarkan juga sudah beberapa hari ini kebakaran hutan dan lahan di Fesa Gondai Kecamatan Langgam terus terjadi dan belum pqdam.

Baca Juga :  Peringatan Dini Cuaca di Riau

Karhutla yang masih terus berlangsung ini mengakibatkan dampak yang luas baik dari segi kesehatan maupun dari sisi ekonomi. Akan sampai kapan karhutla berlanjut? Kami tak tahan lagi dengan polusi ini.(sbnc/01).

Poto : Kabut asap di Jalan kroridor PT. RAPP Km 11.

Komentari Artikel Ini