Alat Berat PT APS Hancurkan Jalan Aspal Kecamatan Langgam

Bagikan Artikel Ini:

Alat Berat PT APS Hancurkan Jalan Aspal Kecamatan Langgam

Suaraburuhnews.com – Langgam – Perusahaan kontraktor pengeboran gas PT. Asia Petrocom Serves 7520 (APS) di Kecamatan Langgam menghancurkan dan merusak infrastruktur jalan aspal.

Jalan hancur akibat alat pengeboran yang berbobot puluhan ton itu dipindahkan dari titik pengeboran di Kelurahan Langgam menuju titik pengeboran berikutnya ke daerah Sarang Buayo atau Petatal melalui jalan aspal Kelurahan Langgam dan menuju Jalan Desa Tambak.

Akibatnya jalan yang diaspal oleh Pemkab awalnya dengan kondisi mulus kini rusak parah dan hancur oleh alat berat bobot puluhan ton.

Baca Juga :  Warga Keracunan Massal Usai Bukber

Dengan rusaknya jalan aspal tersebut membuat warga Kecamatan Langgam khususnya Kelurahan Langgam dan Desa Tambak bengis kepada kontraktor perusahaan pengeboran gas milik PT. EMP Kalila Bentu itu.

‘Saya kecewa terhadap PT. APS selaku kontraktor pengeboran gas PT. EMP Kalila Bentu. Kontraktor yang melakukkan pengeboran gas di wilayah Desa Tambak hari telah membuat masyarakat makin kecewa jalan poros yang di lalui oleh perusahaan tersebut hancur total. Kami selaku pemuda Desa Tambak meminta pemerintah agar segera men – stop operasional perusahaan sebelum ada perbaikan jalan,” ungkap Aan Darlis kepada suaraburuhnews.com tadi pagi.

Baca Juga :  Tips Mengatasi Duri Ikan yang Nyangkut di Tenggorokan

Mantan aktivis IPMPB itu juga menghapkan,” Kami meminta pemerintah tegas dalam hal ini. Dan sebelum ada titik temu dan kesepakatan antara pemerintah, masyarakat dan perusahaan agar perusahaan menghentikan pekerjaannya,” kata Aan Darlis.

“Jangan sempat warga yang menghentikan operasional perusahaan PT. PAS karena tidak peduli dengan masyarakat tempatan,” tutup Aan Darlis.

Sementara itu pihak PT . PAS saat dikonfirmasi suaraburuhnews.com mempertanyakan tentang tanggungjawab terhadap kerusakan infrastruktur jalan yang rusak parah ini mengelak untuk memperbaiki.
“Kami hanya kontraktor, segala kerusakan tanggungjawab PT. EMP Empu,” tutup Yayan. (sbnc/01).

Komentari Artikel Ini