Apakah Tuah Luhut Sampai ke Teknopolitan Pelalawan

Bagikan Artikel Ini:

Apakah Tuah Luhut Sampai ke Teknopolitan Pelalawan

Opini

Menjadi pertanyaan besar bagi masyarakat Kecamatan Langgam khususnya dan umum masyarakat Kabupaten Pelalawan, apakah kedatangan Menko Kemaritiman RI Luhut Binsar Panjaitan ke Kabupaten Pelalawan membawa tuah bagi kemajuan pembangunan yeknopolitan ?

Namun nada pesimis tergambar di warga masyarakat Kecamatan Langgam. Tentunya warga memiliki alasanya logis dan sangat masuk akal.

Masih segar dalam diingatan dan tegiang-ngiang di daun telinga, bagaimana masyarakat dan pemerintah daerah dibuat kerepotan hanya sekedar wacana kedatangan Presiden RI ke kawasan teknopolitan, walau batal belakangan. Kendati dengan tak ada alasan yang tidak jelas.

Belum habis dengan gebyar tersebut, jauh sebelumnya orang nomor satu di Lembaga Anti Rasuah KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) juga telah menyambangi teknopolitan. Hasil, tidak ada sama sekali. Yang terasa adalah capeknya.

Baca Juga :  Zidane: Saya Tidak Bilang Real Madrid Akan Memenangi Segalanya

Kunjungan petinggi negara juga datang lagi. Adalah terbaru Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani, kunjungan yang penuh nuasa politik ini hanya sekedar membagi bagikan kartu Indonesia pintar, sertifikat gratis. Lalu apakah ada kemajuan pembangunan teknopolitan?

Secara kasat mata dapat kita lihat di lapangan, tak bergeser satu batu batapun untuk pembangunan kawasan teknopolitan.

Pertayaan besar apakah wajar warga meragukan keseriusan pemerintah dibawah komando Joko Widodo -Jusuf Kalla membangun kawasan yang digadang-gadang akan mampu mengangkat ekonomi masyarakat Pelalawan menuju Pelalawan Emas.

Dan tanggal 16 Januari 2019 nanti, akan kembali datang tamu lagi. Siapa dia?. Dia Menko Kemaritiman Luhut Binsar Penjaitan.

Kembali muncul pertanyaan besar, apakah membawah tuah bagi kemajuan pembangunan Teknopolitan? Wallahualam bissawaf..

Yang ada saat ini adalah kerepotan yang laur biasa. Segenap elemen dikerahkan kesana.

Baca Juga :  ASPEK PELANGGARAN HUKUM TINDAKAN DEBT COLLECTOR

Informasi yang beredar akan ada masa 6.000 orang, dengan armada yang tidak sedikit.

Untuk masa 6.000, sudah barang tentu pemdakab Pelalawan menyiapkan makan siang. Lantas dana dari manakah? Apakah tersebut ditanggung oleh Bupati? Saya pikir tentu tidak. Atau apakah menggunakan dana APBD? Ini mungkin masuk diakal, jadi berapa dana yang disiapkan untuk ini, lantas pertanggungjawaban macamna? Hanya mereka yang tahu.

Untuk itu, pemerintah harus terbuka dan menyampaikan kepada masyarakatnya.

Lantas dimanakah agenda pembangunan teknopolitan? Agaknya larut dalam evoria sesaat. Sekedar mengingatkan saja, bahwa setetes keringat warga miskin untuk bansanya akan dibalas Allah, dan setetes uang rakyat dipakai pemerintah juga akan dipertanggungjawabkan di yaumil akhir nanti. (Opini-Ant).

Komentari Artikel Ini