Asap Kapan Hilangnya

Bagikan Artikel Ini:

Suaraburuhnews.com – Pangkalan Kerinci – Asap bencana rutinitas. Setiap tahun bencana ini datang terus disaat bersamaan musim kemarau. Tiga tahun belakangan ini bencana asap bencana terparah dari sebelumnya.

Seingat saya, saat Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudoyono (SBY) sempat menjadi sorotan negara tentangga. Karena ulah asap di negara kita sampai ke negara tetangga. Lalu begitu tangkasnya kebijakan yang dibuat Penasehat partai Demokrat itu untuk mengatasi asap yang ada di propinsi Riau ini. Ribuan TNI diturunkan untuk  memadamkan titik api.

Tak berapa hari hasil yang dirasakan masyarakat Riau, asap lenyap dari bumi lencang kuning dan tak sampai ke negeri tetangga.

Baca Juga :  APRESIASI TERHADAP PEMBATALAN LARANGAN JILBAB DI SEKOLAH

Lain halnya dengan bencana asap saat ini. Lebih kurang satu bulan rakyat Riau bernapas dengan asap. Seakan tanpa solusi. Rakyat tetap dibiarkan sesak bernapas dengan asap. Entah seperti apa kebijakan Negara mengatasi bencana ini.

Status darurat asap salah satu keputusan Gubernur Riau. Ribuan warga terjangkit ISPA. Bahkan ada yang menjadi korban jiwa. Berminggu-minggu anak sekolah diliburkan. Transportasi udara terkendala. Beberapa hari bandara udara Sultan Syarief Qasim tak berfungsi. Kerugian materil dan moril tak terhitung ulah bencana ini.

Baca Juga :  LAILATUL QODAR SAAT PANDEMI KORONA

Aksi mahasiswa seakan tiada henti untuk memprotes kebijakan pemerintah dalam mengatasi asap. Semua protes dan kontrol sosial yang dialakukan pihak-pihak yang peduli dengan pemberantasan asap seakan tiada dipedulikan para pembuat kebijakan.

Rakyat Riau seakan dibiarkan mati pelan-pelan dalam bernapas dengan asap. Para pemilik lahan apakah peusahaan atau pribadi seakan bersandiwara dan membodohi masyarakat awam. Sanksi hukum tak berjalan dan tak adil, kalaupun itu berjalan hanyalah kepura-puraan. Andaikan seperti ini terus maka rakyat tetap menghirup asap yang perlahan-lahan mati sesak napas.(rj)

Komentari Artikel Ini