Belasan Tahun Warga Diracuni Debu PT RAPP

Bagikan Artikel Ini:

Belasan Tahun  Warga Diracuni Debu PT RAPP

Suraburuhnews.com – Panggkalan Kerinci – 15 tahun bukanlah jarak waktu yang pendek. Namun selama belasan tahun itu pula masyarakat Pangkalan Kerinci, terutama yang mendiami sepanjang Jalan Langgam II, menghirup udara tidak sehat, menghirup debu.  Padahal, kawasan ini berada di ibu kota Kabupaten Pelalawan, Pangkalan Kerinci.

”Warga berharap jalan itu segera diaspal. Tak terlalu panjang memang, mulai KM 1-7 saja atau lebih. Karena sepanjang itu pula banyak rumah penduduknya,” terang Ketua LPM Pangkalan Kerinci Barat Ujang, Kamis (10/9).

Selama ini, menurutnya warga tiap harinya sejak belasan tahun menghirup debu. ”Tiap hari ratusan kendaraan melintas di Jalan Langgam II ini. Yang paling banyak ya kendaraan perusahaan kayu lah. Jadi debu yang berterbangan jadi konsumsi sehari-hari warga. Rumah-rumah warga pun tampak kumuh,” ungkapnya sambil menambahkan warga sudah tidak tahan dengan kondisi ini.

Baca Juga :  Dini Hari Tim Umang umang Terjun ke TKP Ikan Mati di Sungai Kampar

Ujang tak menampik, kalau Jalan Langgam II yang dikenal dengan Jalan Aksesroad PT RAPP itu juga dilakukan penyiraman. ‘ ‘Namun durasi penyiramannya kadang-kadang. Tapi yang jelas memang harus diperhatikan mengingat jalan tersebut berada di ibu kota kabupaten yang makin hari makin maju, tapi kondisi memprihatinkan,” bebernya.

Pernah juga sambung dia, masyarakat mengajukan ke Pemda Pelalawan agar jalan tersebut di aspal atau di beton. ”Malah kami masyarakat diminta agar meminta ke PT RAPP untuk pembebasannya. Kalau pemerintah saja tak bisa, apalagi kami masyarakat tentu tak digubris perusahaan,”ujarnya.

Baca Juga :  Gempa Guncang Sumbar dengan Magnitudo 5,8

Kendati begitu imbuh Ujang bersama sejumlah warga Kelurahan Pangkalan Kerinci Barat lainnya, tetap berharap ada upaya pemerintah mencarikan solusi dan menggandeng perusahaan untuk melakukan peningkatan kualitas dan status Jalan Langgam II tersebut,”tutupnya. (amr)

Komentari Artikel Ini