Derita Kabut Asap Sudah 15 Hari di Pelalawan, Tak Ada Perubahan bahkan Tambah Parah

Bagikan Artikel Ini:

Derita Kabut Asap Sudah 15 Hari di Pelalawan, Tak Ada Perubahan bahkan Tambah Parah

Suaraburuhnews.com – Pangkalan Kerinci – Terhitung, sudah 15 hari kabut asap tebal terus – menerus menyelimuti Kabupaten Pelalawan bahkan Riau. Pertamanya kabut asap terjadi pada hari Senin (2/9) dan sekarang Senin (16/9).

Pantauan sbnc di Pangkalan Kerinci ibukota Kabupaten Pelalawan terus dan terus berasap. Pagi ini kondisi asap cukup tebal dan tidak ada perubahan dengan kemarin

Libur anak sekolah di Kabupaten Pelalawan yang semula 4 hari sekarang ditambah lagi menjadi dua hari, hari Senin sampai Selasa (16 – 17/9).

Baca Juga :  BMKG: Waspada Potensi Curah Hujan Tinggi dan Kekeringan Meteorologis di Indonesia 10 Hari ke Depan

Informasi yang dirangkum sbnc, bahwa karhutla di Kabupaten ini terus terjadi. Seperti terjadi kemarin malam karhutla terjadi di Kelurahan Pangkalan Kerinci Barat. Ditambah lagi tadi siang Karhutla di Tanjung Putus Desa Terusan Bawah Kecamatan Pangkalan Kerinci.

Sebelumnya, dari data BMKG pada Sabtu (14/9/2019) pukul 16.00 WIB, terdeteksi asap di wilayah Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Sumatera Barat, Kepulauan Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Semenanjung Malaysia, Serawak Malaysia, dan Singapura.

Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di wilayah-wilayah tersebut berdampak pada kualitas udara yang

Baca Juga :  Peringatan Dini BMKG Cuaca di Provinsi Riau Tanggal 28 September

Luas lahan terbakar akibat karhutla di wilayah Riau menurut catatan BNPB yaitu seluas 49.266 hektar.

Sejumlah luas lahan terbakar lahan gambut seluas 40.553 ha dan mineral 8.713 ha (Kompas).

Karhutla yang masih terus berlangsung ini mengakibatkan dampak yang luas selain kerusakan lingkungan dan kesehatan, juga aktivitas kehidupan warga masyarakat.

Kapolri dan Panglima TNI sudah dua malam di Riau dan dikabarkan Presiden Jokowi akan tiba di Riau hari ini. (sbnc/01).

Komentari Artikel Ini