Derita Panjang Warga Desa Lalang Kabung, Diapit 3 Pabrik Raksasa Sukanto Tanoto

Bagikan Artikel Ini:

Derita Panjang Warga Desa Lalang Kabung, Diapit 3 Pabrik Raksasa Sukanto Tanoto

Suaraburuhnews.com – Pangkalan Kerinci – Warga Desa Lalang Kabung penuh dengan derita pahit. Derita yang dialami warga desa ini setiap detik masalah pencernaan lingkungan. Sejak tahun 90-an derita pilu yang menahun itu terus mengancam nyawa warga.

Keluh kesah dan derita warga ini diduga hanya sebagai bahan kosumsi oknum-oknum pejabat, NGO dan lainnya. Sebagai alat untuk memenuhi kebutuhan materi. Awalnya berjuang membantu mengatasnamakan masyarakat tak taunya setelah deal dengan perusahaan tutup mulut dan lenyap dari perjuangan, kata warga setempat.

Akibatnya saking tidak tersentuhnya derita ini warga saat ini berinisiatif mendirikan perkumpulan dengan nama TS (Tim Sembilan).

Perjuangan dan gerakan tim sembilan akan berjuang fokus untuk melawan penindasan warga yang selama ini. Khusus permasalahan kejahatan lingkungan dan pencernaan lingkungan hidup.

Agenda tim ini dalam waktu dekat akan mendatangkan dan menyurati tim Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup Jakarta yang intiya agar tim kementerian KLH turun ke desa ini.

Baca Juga :  Jeddah Arab Saudi Diterjang Banjir Bandang, Dua Orang Tewas

“Kami menyurati tim Kementrian KLH turun untuk meneliti dan mecari tau mengapa atap rumah dan air sumur warga di sekitar pabrik perusahaan Sukanto Tanoto seperti ini,” ungkap Ketua Tim 9 kepada sbnc, Rabu (24/6/2020).

“Tim 9 tidak menduga dan tidak menuduh karena kami bukan ahlinya. Karena itu kami minta ahlinya yang meneliti,” sambungnya lagi.

Kondisi warga setiap hari seperti itu, apa penyebabnya, atap rumah warga cepat rusak, keropos dan berkarat pada hal rumah warga baru dibangun sekitar 4 tahun. Kemudian juga air sumur warga berbau minyak.

Kami kuat curiga karena di sekitar pemungkiman warga kami ada tiga perusahaan besar yang mendirikan pabrik yaitu PKS ASEAN AGRI atau PT Indosawit Pabrik PT RAPP dan PT APR.

Menurut warga Desa Lalang Kabung yang tak mau disebutkan namanya demi keamanan bahwa desa mereka sejak dari dulunya dikepung oleh industri pabrik milik Sukanto Tanoto. Sebelah barat bersepadan desanya pabrik PT RAPP, sebelah timur berdiri Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT ASEAN AGRI atau Indosawit. Kemudian baru-baru ini juga diresmikan pabrik rayon PT APR oleh presiden Jokowi sebelah barat desa ini.

Baca Juga :  EVAKUASI HARIMAU SUMATERA  SEBAGAI UPAYA PENYELAMATANNYA DI TANJUNG PULAI, DESA PULAU MUDA, KECAMATAN TELUK MERANTI KABUPATEN PELELAWAN

Dikonfirmasi Publik Relation (PR) PT RAPP Budi Firmansyah tekait masalah ini melalui aplikasi WhatsApp di nomor handphone +62 811-757**** bungkam dan tidak memberikan jawaban sama sekali. Kemudian sbnc mencoba mengkonfirmasi Direktur PT RAPP Mulia Nauli dan Sihol P Aritonang memblokir nomor hp sbnc.

Kemudian juga dikonfirmasi Koordinator humas PT ASEAN AGRI, Taufik di aplikasi WhatsApp di nomor handphone +62 813-8213 **** juga bungkam tidak memberikan jawaban apapun.

Ditulis: Rojuli
Editor : Ap

Poto: Kondisi atap rumah warga Desa Lalang Kabung Kecamatan Pelalawan Kabupaten Pelalawan (24/6/2020).

Komentari Artikel Ini