Dewan Sebut PT Serikat Putra Perusahaan Aneh

Bagikan Artikel Ini:

Suaraburuhnews.com – Bandar Petalangan – Terpisah, anggota DPRD Pelalawan Komisi I, Nazzaruddin Arnazh, menyebutkan bahwa PT Serikat Putra ini adalah perusahaan yang aneh dan unik di negeri ini. Politisi PAN ini dengan lantang menyebutkan bahwa PT Serikat Putra adalah salah satu perusahaan swasta yang bergerak di perkebunan kelapa sawit tanpa memberikan kebun pola kemitraan kepada masyarakat, layaknya perusahaan lain yang berada di bumi Pelalawan.

“Serikat Putra ini perusahaan terunik di muka bumi ini. Jangankan membangunkan kebun pola kemitraan seperi kebun KKPA, sekedar menerima buah sawit masyarakat sekitar saja mereka tak mau. Itulah hebatnya perusahaan ini,” tegas Arnazh, anggota dewan asal Kecamatan Bandar Petalangan ini, Minggu (16/8).

Baca Juga :  Gempa Guncang Sumbar dengan Magnitudo 5,8

Nazzar mengungkapkan fakta lainnya, yakni beberapa desa masuk ke dalam HGU PT Serikat Putra, dan sudah berkali-kali disampaikan ke pihak manajemen agar mereka meng-incluve agr desa-desa itu dikeluarkan dari peta HGU.

“Selain perusahaan ini unik dan aneh, Serikat Putra ini manajemennya juga amat elle (tak tanggap). Kita sudah kerap sampaikan agar hak-hak masyarakat yang berada di HGU di bebaskan agar masyarakat bisa mengurus legalitas hak-hak keperdataannya tersebut. Begitu banyak persoalan yang tidak tuntas pada perusahaan ini,” beber Nazar.

Nazar menambahkan, bahwa sebelum kavitalis Serikat Putra menginjakkan kaki disini, sejumlah desa-desa tersebut telah ada terlebih dahulu. Bahkan, pelanggaran Hak Azazi Manusia serius ditengarai dilakukan perusahaan saat membuka lahan perkebunan tersebut. Sejumlah perkampungan penduduk dan pekuburan digusur dan ditanami dengan kelapa sawit. Kebun-kebun karet milik masyarakat juga diambil secara paksa dan ditumbang.

Baca Juga :  Dini Hari Tim Umang umang Terjun ke TKP Ikan Mati di Sungai Kampar

“Untuk PT Serikat Putra ini, ibarat penyakit sudah berada di stadium akhir. Teramat komplit persoalan hingga konflik dengan masyarakat yang belum tuntas hingga kini. Seperti pelanggaran lingkungan hidup, sejumlah sungai alami kering kerontang dan pendangkalan akibat eksploitasi kelapa sawit hingga ke bibir sungai. Saya rasa, harus bersama-sama dan dengan kekuatan yang super menghadapi Serikat Putra ini, barulah persoalan ini menemukan solusi,” pungkas Nazar. (ags)

Komentari Artikel Ini