Guru Setubuhi Muridnya Hingga Hamil dan Janinnya Dibuang

Bagikan Artikel Ini:

Suaraburuhnews.com – Karanganyar – Guru setubuhi muridnya hingga hamil dan janinnya dibuang.

Sungguh bejat, perbuatan Guru yang juga berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Karanganyar berinisial ESA (57). Warga Kecamatan Kartasura, Sukoharjo ini ditangkap polisi karena telah menyetubuhi anak di bawah umur berinisial S.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, S merupakan murid pelaku semasa korban masih berseragam SMP. Lama berpisah keduanya kembali berkomunikasi pada bulan Mei 2017. Setelah melakukan komunikasi melalui WhatsApp keduanya kemudian bertemu beberapa kali. Hubungan terlarang itu terjadi hingga akhirnya S hamil dan melahirkan sebelum menikah.

Baca Juga :  Ditemukan Perempuan Bersimbah Darah Dibunuh Teman Baru Kenal di Medsos

Merasa malu, keduanya kemudian membuang bayi laki-laki hasil hubungan terlarang itu di daerah Wonosari, Gondangrejo, Karanganyar, Selasa (6/2) lalu. Mayat bayi kemudian ditemukan warga, dan dilaporkan ke Polres Karanganyar.

“Tersangka ini profesinya seorang guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Gondangrejo, Karanganyar. Dia ditangkap jajaran Satreskrim Polres Karanganyar, Rabu (7/2),” ujar Wakapolres Karanganyar, Kompol Dyah Wuryaning Hapsari saat gelar perkara, Kamis (8/2).

Usai menerima laporan, jajarannya langsung melakukan penyelidikan hingga diketahui bahwa pembuang bayi tidak lain adalah ibu kandungnya yakni S. Penyelidikan melibatkan instansi terkait dan pelaku bisa ditangkap pada keesokan harinya.

Baca Juga :  Pejabat DJKN Pusat Disomasi, Terkait Lelang Besi Tua eks PT CPI

“Dari pengakuan tersangka mereka sudah berhubungan layaknya suami istri sebanyak lima kali. Hubungan ini dilakukan di beberapa tempat, salah satunya di hotel,” terangnya.

Atas perbuatannya tersebut ESA terancam dijerat pasal 81 ayat (2) UU RI No 35 tahun 2014 tentang perubahan UU RI no 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Ancaman hukumannya 15 tahun penjara dan denda sebesar Rp 5 miliar.*

Editor : Rojuli

 Sumber : Gilang News

Komentari Artikel Ini