Meneroka Para Balon Bupati Pelalawan Didominasi Kalangan Muda, yang Tua ke Mana?

Bagikan Artikel Ini:

Meneroka Para Balon Bupati Pelalawan Didominasi Kalangan Muda, yang Tua ke Mana?

Tajuk

Lonceng tanda Pemilukada sertak sudah dibunyikan. Tensi politik mulai tinggi. Detak jantung mulai berdegup bagi kalangan balon yang ingin maju pada Pemilukada serentak tahun 2020.

Lobi – lobi politik sudah berjalan. Pendaftaran di parpol sudah dibuka. Sudah banyak para balon yang mendaftrakan diri di partai politik. Partai – partai itu seperti, PDIP, PKS, Demokrat, Golkar dan partai lainnya.

Pantauan sbnc dari para balon Bupati.Pelalawan tersebut pada umumnya didominasi dari politisi muda. Dan hampir semuanya dari kalangan muda.

Mereka yang resmi mendaftar diantaranya H. Nasarudin (mantan Ketua DPRD Pelalawan), Supriyanto (mantan Wakil Ketua DPRD Pelalawan), Saniman (Sekretaris PDI Perjuangan/ mantan anggota komisi III DPRD Pelalawan).

Baca Juga :  ZONA PASAR BEBAS, INDONESIA DIAMBANG BADAI PERDAGANGAN INTERNASIONAL.

Seterusnya Apul Sihombing, (pengacara dan tercatat anggota PWI Pelalawan), Zulmizan. F Assagaf (Sekjen DPW PAN Riau), H. Herman Maskar (mantan anggota DPRD Pelalawan tiga periode dan ketua Partai Hanura Pelalawan) dan Habibi Hapri, SH (mantan ketua komisi II saat ini juga menjabat ketua DPD PAN Pelalawan).

Delapan balon bupati dan wakil bupati Pelalawan periode 2021-2026 yang medaftar di DPD PKS Pelalawan, yakni Adi Sukemi, Apul Sihombing, Nasarudin, Abdullah, Husni Thamrin, Tengku F Zulmizan Assegaf, Zukri Misran dan Tengku Kespandiar.

Sebelumnya, Senin kemarin, Adi Sukemi yang juga adik kandung Budi Artiful, juga sudah mengambil formulir pendaftaran ke DPC Demokrat.

Masih ada beberapa parpol yang belum menbuka pendaftaran Balonbub dan Balonwabub Pelalawan. Seperti partai Gerindra, PAN, PPP dan PKB.

Baca Juga :  “NEW NORMAL : Perubahan Sistem Pendidikan, Perubahan Sosial Ekonomi, dan Politik Akibat Covid 19” Oleh : Heri Kurnia

Dari semua yang sudah mendaftar itu pada umumnya dari kalangan muda dan hanya sedikit dari kalangan tua. Bila dilihat dari usia maka yang tergilong tua diantara yang mendaftar balonbub atau balonwabub adalah Herman Maskar. Selain itu dianggap sebagai golongan muda.

Dalam riak – riak pemilukada serantak itu sepertinya senyap. Lalu ke mana balon tua dari Kabupaten Pelalawan? Apa karena tak Percaya Diri (PD), tak ada sosial capital? Demam panggung atau tak bermodal?

Dilihat dari sisi perpolitikan kalangan tua Pelalawan sepertinya tak bernafsu dengan suasana pilkada serentak di Kabupaten Pelalawan. Apakah Kabupaten Pelalawan akan dipimpin oleh pemimpin muda, semangat muda? Kita lihat saja dalam proses suksesi ini. (sbnc – Tajuk).

Poto: Ilustrasi sbnc.

Komentari Artikel Ini