Menko Perekonomian Tegaskan Pemerintah Tidak Melarang Ekspor CPO

Bagikan Artikel Ini:

Menko Perekonomian Tegaskan Pemerintah Tidak Melarang Ekspor CPO

 

🅢𝗎𝖺𝗋𝖺𝖻𝗎𝗋𝗎𝗁𝗇𝖾𝗐𝗌.𝖼𝗈𝗆 – Jakarta – Pemerintah resmi menetapkan kebijakan pelarangan ekspor sementara hanya untuk minyak goreng atau Refined, Bleached, Deodorized Palm Olein (RBD Palm Olein). Adapun untuk ekspor CPO (crude palm oil) dan red palm oil (RPO) masih tetap dapat diekspor sesuai kebutuhan. Dengan demikian, perusahaan tetap bisa membeli tandan buah segar (TBS) dari petani.

Dikutip suaraburuhnews.com di Beritasatu.com, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto lebih rinci menyebutkan, pelarangan ekspor hanya berlaku untuk produk RBD Palm Olein dengan tiga kode Harmonized System (HS) yaitu: 1511.90.36; 1511.90.37 dan 1511.90.39. Sedangkan jangka waktu pelarangan adalah sampai dengan tersedianya minyak goreng curah di masyarakat dengan harga Rp 14.000 per liter yang merata di seluruh wilayah Indonesia.

“Sesuai arahan Bapak Presiden, maka sementara ini diberlakukan pelarangan ekspor sampai tercapainya harga minyak goreng curah sebesar Rp 14.000 per liter di pasar tradisional dan mekanisme pelarangannya disusun secara sederhana,” ujar Airlangga dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Selasa (26/4/2022) malam.

Baca Juga :  Propinsi Riau Dibagi Menjadi 2, DPR RI Syahkan RUU 5 Propinsi Baru

Ia menyebutkan, kebijakan larangan ekspor tersebut diatur dengan peraturan menteri perdagangan. Hal ini sesuai dengan ketentuan Article XI GATT yang mengatur bahwa negara anggota WTO dapat menerapkan larangan atau pembatasan ekspor sementara untuk mencegah atau mengurangi kekurangan bahan makanan atau produk penting lainnya. Larangan ekspor RBD Palm Olein berlaku untuk seluruh produsen yang menghasilkan produk RBD Palm Olein.

Sebelumnya, pemerintah telah menerapkan kebijakan terkait minyak goreng curah, namun kebijakan ini dianggap belum cukup efektif. Sebab, di beberapa tempat masih ditemui minyak goreng curah dengan harga di atas Rp 14.000 per liter.

Baca Juga :  Harga Anjlok, Gubri Kumpulkan Asosiasi Pengusaha Sawit

Airlangga Hartarto mengatakan, Direktorat Jendral Bea Cukai dan Polri melalui Satgas Pangan akan menerapkan pengawasan yang ketat dalam pelaksanaan kebijakan ini. Pengawasan akan dilakukan secara terus-menerus termasuk dalam masa libur Idulfitri.

“Evaluasi akan dilakukan secara terus-menerus atas kebijakan pelarangan ekspor ini. Setiap pelanggaran akan ditindak tegas sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Dan dalam hal dianggap perlu, maka akan dilakukan penyesuaian kebijakan dengan situasi yang ada,” tegas Airlangga.

Selain itu, dalam mempercepat distribusi minyak goreng curah ke masyarakat pemerintah melakukan percepatan pembayaran subsidi harga melalui BPDPKS tanpa mengurangi good governance-nya dan menugaskan Bulog untuk melakukan distribusi minyak goreng curah ke masyarakat, terutama di pasar-pasar tradisional.

Foto: Menko perekonomian RI Airlangga Hartarto. Internet.

Komentari Artikel Ini