Menunggu Keseriusan Kejari Pangkalan Kerinci Usut Kasus Proyek Benih Padi dan ‘Overlaping’ di Kuala Kampar

Bagikan Artikel Ini:

Suaraburuhnews.com – Pangkalan Kerinci – Kasus proyek pengadaan benih padi dan juga dugaan proyek overlaping di Dinas Pertanian atau Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Pelalawan propinsi Riau saat ini berjalan lamban.

Sejak dilaporkannya kasus ini pada awal bulan November 2017 kemarin, Kejari Pangkalan Kerinci prosesnya baru ke tingkat klarifikasi pemanggilan dinas terkait dan pemanggilan petani dan kelompok tani penerima bantuan pada awal tahun (2/1).

Saat pemanggilan para saksi ke Kejari Pangkalan Kerinci pada Tanggal 3 Januari 2018 lalu, dalam hal ini Kasi intel menjanjikan akan turun ke Kuala Kampar untuk mengetahui langsung kasus ini di tengah masyarakat Kecamatan Kuala Kampar. Namun jadwal yang di atur dengan petani dan dinas terkait secara mendadak dibatalkan oleh Kejari Pelalawan.

Baca Juga :  FORMASI RIAU Desak MK Cabut Revisi UU KPK

Setelah dikonfirmasi dengan Kejari Pangkalan Kerinci Ari Wokas, SH, MH melalui WA-nya apa alasan pembatalan pertemuan ini maka dia menjawab,”Ada raker hari ini (Rabu-10-1-red) di Kejati dan wajib hadir, sehingga belum bisa ke Kuala Kampar,” kata Ari.

Kemudian Kasi Intel ini melanjutkan,” Besok kapan turun saya koordinasi dengan dinas dan masyarakat Kelompok tani,” pungkas Ari Wokas.

Sementara itu para petani dan masyarakat Kuala Kampar khususnya penerima proyek bantuan ini sangat berharap agar pihak penegak hukum segera turun ke Kuala Kampar.
“Harapan kami supaya segera Kejari turun ke Penyalai atau Kuala Kampar,” kata JI saat dikonfirmasi Suaraburuhnews.com melalui teleponnya sore ini.

Baca Juga :  Dugaan Pengelapan dan Penyelewengan Pupuk Bersubsidi di Kabupaten Pelalawan

Saat ini warga petani sangat menunggu kehadiran Kejari Pangkalan Kerinci ke Kuala Kampar. Dan masyarakat juga bertanya-tanya kok diam saja informasi turun Kejari turun ke Pulau Penyalai ini.”Kami sudah kirim sms ke Kejari tindak lanjut pertemuan dengan masyarakat petani di Kuala Kampar setelah pembatalan kemarin, namun belum ada jawaban diam saja,” ujar SD.(sbnc/01).

Komentari Artikel Ini