Mutasi Pejabat Eselon Kab. Pelalawan Ajang Jual Beli Jabatan?

Bagikan Artikel Ini:

Suarabuhnews.com – Pangkalan Kerinci – Pemkab Pelalawan akan melakukan mutasi dan promosi jabatan pada pejabat eselon di tingkatannya.

Bahkan pemkab Pelalawan juga sudah melantik Direktur RSUD Selasih Pangkalan Kerinci dan beberapa pejabat lain di Rumah Sakit itu pada, Kamis (29/3) malam di lantai 3 auditorium kantor Bupati Pelalawan.

Sebenarnya mutasi suatu hal yang diperlukan dalam roda pemerintahan. Hal ini merupakan kebutuhan yang sudah diatur dalam peraturan pemerintah.

Mutasi dan promosi bukanlah sesuatu yang menakutkan dan juga bukan hal yang istimewa. Namun pada kenyataannya banyak kalangan pejabat eselon tidak siap ketika terlepas jabatannya atau kehilangan jabatan.

Apa yang terjadi pada diri pejabat tersebut kalau para pejabat tidak siap dilantik atau dinonjobkan? Apalagi pejabat eselon dua atau kepala dinas/ badan yang tidak tau berkerja dan yang tau hanya ‘mengota.’

Karena seperti itu maka dengan adanya mutasi dan promosi banyak oknum pejabat melakukan hal yang berupaya dengan berbagai cara untuk tetap menduduki jabatan yang diincarnya atau mengincar jabatan yang lain.

Baca Juga :  Syamsuar Selamatkan “Nyawa Nelayan” Kecil

Berkaca dari mutasi pejabat eselon Kabupaten Pelalawan sebelumnya yang dilantik pada Tanggal 22 Februari 2017 yang tahun lalu dimana pelantikan dan promosi para pejabat tersebut tercium oleh banyak kalangan adanya dugaan ‘jual beli jabatan.’

Beredar rumor di kalangan masyarakat bahwa untuk menduduki jabatan Kepala Dinas atau Badan diduga ada yang membayar ratusan juta rupiah. Begitu juga untuk jabatan Sekretaris.

Kemudian untuk jabatan Kabag, Kabid dan Kasi berkembang juga issu bahwa pejabat setingkat ini juga membayar puluhan juta kepada oknum – oknum tim sukses.

Kelakuan oknum pejabat dan tim di Pelalawan yang diduga bermain “jual beli jabatan” dalam mutasi dan promosi pejabat eselon Pelalawan ini terbongkar oleh mahasiswa dan pemuda Pelalawan.

Faktanya beberapa hari setelah pelantikan pejabat eselon Kabupaten Pelalawan itu para mahasiswa dan pemuda Pelalawan melakukan protes dengan cara unjuk rasa ke Kejari Pelalawan dengan menamakan dirinya Forum Masyarakat Peduli Pelalawan.

Salah satu point tuntutan Forum ini supaya Kejari Pelalawan mengusut tuntas atas dugaan “jual beli jabatan” pada mutasi dan promosi pejabat Kabupaten Pelalawan tahun 2017 lalu.

Baca Juga :  ZONA PASAR BEBAS, INDONESIA DIAMBANG BADAI PERDAGANGAN INTERNASIONAL.

Tidak hanya itu fakta-fakta dan indikasi “jual beli jabatan” semakin kuat dugaan dengan adanya kejangalan penempatan jabatan yang tidak sesuai dengan profesi pejabat yang dilantik.

Pejabat yang dilantik tidak sesuai dengan berprofesi pejabat sebelumnya. Diperparah lagi ada oknum pejabat yang dilantik berprofesi Dokter Umum dan Dokter Gigi. Anehnya kedua Dokter ini ditempatkan di posisi yang tidak ada kaitannya dengan profesinya.

Perlu dipertanyakan mengapa Dokter umum dilantik sebagai Kabid Aset sedangkan Dokter Gigi dilantik sebagai Kabid di Infokom Kabupaten Pelalawan?

Terkait dengan dugaan “jual beli jabatan” pada pelantikan pejabat pada tahun ini, Sekretaris Daerah Kabupaten Pelalawan dan juga sebagai Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat), H. T. Muhklis saat dikonfirmasi suaraburuhnews.com melalui WhatsApp-nya sudah 1 kali 24 jam lebih belum ada memberikan klarifikasi atau tanggapan sampai tulisan ini diphosting.(sbnc/opini).

Komentari Artikel Ini