PASRAH PADA ASAP

Bagikan Artikel Ini:

Asap menyelimuti bumi Riau, bahkan lebih luas lagi pulau Sumatra dan Pulau Kalimantan. Sudah 2 bulan lebih asap menjadi santapan rakyat Riau. Akibat santapan asap ribuan rakyat Riau mengalami berbagai penyakit. Dan kondisi udara yang dialami saat ini sangat berbahaya.

Tidak hanya penyakit yang diderita rakyat Lancang Kuning dan lebih dari itu. Nilai tukar rupiah anjok. Roda perekonomian lumpuh. Bandar udara SSQ (Sultan Syarif Qasim) tidak berfungsi sebagaimana layaknya. Lahan perkebunan menegring. Hasil panen tak maksimal.

Baca Juga :  POTENSI PENGELOLAAN SUMBER DAYA PERIKANAN MENURUT  UNDANG UNDANG CIPTAKERJA (7)

Sungguh memedihkan sampai saat ini asap yang tak lenyap. Apa pun yang hendak dilakukan masyarakat sudah masuk perangkap asap. Ribuan penderita ISPA, penyakit kulit, penyakit mata dan berbagai macam penyakit lainnya.

Perih memang akibat asap ini. Tetapi akan terasa lebih perih dan sakit lagi ketika para penguasa dan pembuat kebijakan membiarkan bencana ini berkepanjangan. Hari demi hari asap semakin pekat bukan berkurang. Artinya apa, penguasa membiarkan rakyatnya mati secara perlahan -lahan ulah asap.

Kebijakan negara terhadap mengantisipasi bencana asap dipertanyakan. Sudah jelas – jelas bencana melanda rakyatnya tetapi apa kebijakan yang dilakukan seorang kepala negara. Dan kebijakan itulah yang dinanti oleh jutaan rakyat yang menderita oleh asap.

Komentari Artikel Ini