Program Teknopolitan Di Pintu Gerbang Kegagalan

Bagikan Artikel Ini:

Suaraburuhnews.com – Pangkalan Kerinci – Teknopolitan salah satu program unggulan pemkab Pelalawan yang dielu-elukan. Bahkan corong itu sampai melalang buana ke negeri eropa, Swedia.

Tak tanggung-tanggung juga hampir semua pejabat dari pusat sudah dibisikkan tentang kehebatan program ini. Tak sampai disitu saja bahkan Ketua KPK pun sudah pernah datang ke sini. Tak tau apa kepetingan penegak hukum ini ke teknopolitan tersebut.

Sekilas mengingatkan kembali apa sebenarnya tujuan dan manfaat teknopolitan itu seandainya berjalan sesuai harapan.

Secara awam teknopolitan secara sederhana dapat diartikan sebuah kawasan yang dalam kawasan itu terdapat beberapa jenis kegiatan, infrastruktur, industri, kampus dan ekonomi.

Menurut informasi bahwa daerah kawasan teknopolitan ataupun lahan ini sudah dibebaskan oleh pemerintah Kabupaten Pelalawan yang sudah menjadi sebuah kawasan seluas 3800 Ha. Namun sejauh mana bentuk kawasan ini sampai saat ini masih belum jelas bagi masyarakat tempatan.

Baca Juga :  Syamsuar Selamatkan “Nyawa Nelayan” Kecil

Dalam kawasan itulah dibangun semua perangkat yang tertuang dalam konsep teknopolitan.

Selain itu secara legitimasi program teknopolitan dutuangkan dalam peraturan daerah (perda) Kabupaten Pelalawan sebagai salah satu program pembangunan di kabupaten ini yang harus di capai dan terlaksana melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

Lalu bagaimana faktanya sekarang? Dari pantauan bahwa program teknopolitan ini diambang kegagalan. Ibarat pepatah jauh panggang dari api.

Mengapa demikian? Bukan pesimis dan tidak optimis dengan program ini akan tuntas pada kepemimpinan Bupati dan wakil Bupati saat ini. Tetapi saat inilah adanya di program teknopolitan itu.

Baca Juga :  Syamsuar Selamatkan “Nyawa Nelayan” Kecil

Dari sekian banyak yang direncanakan pada konsep itu pada saat ini yang baru terlaksana hanyalah pembangunan kampus ST2P dan proses perkuliahan berjalan setahun.

Lalu bagaimana realisasi dengan pembangunan kawasan industri, kawasan ekonomi dan infrastruktur yang lainnya?

Mungkinkah akan tuntas program teknopolitan ini dimasa kepemimpinan HM. Harris dan Zardewan yang sudah berjalan separoh dari kepemimpinannya. Asumsi program ini tidak akan tuntas karena begitu banyak yang direalisasikan program teknopolitan ini.(sbnc/opini)

Komentari Artikel Ini