Rumah Warga Langgam Digenangi Banjir, Bantuan Tak Turun – turun

Bagikan Artikel Ini:

Rumah Warga Langgam Digenangi Banjir, Bantuan Tak Turun – turun

Suaraburuhnews.com – Pangkalan Kerinci – Air Sungai Kampar rerus meluap tinggi. Puluhan rumah warga Langgam hampir masuk ke dalam rumahnya.

Saking meluapnya, sekolah di Dusun Muara Sako RW 05 Keluarahan Langgam hampir tenggelam.

Pengakuan warga Dusun Muara Sako bahwa bantuan banjir saat ini belum turun.

“Sampai sekarang kami belum terima bantuan dari Pemkab Pelalawan,” kata Jali (40) kepada sbnc, sore ini Kamis (26/12) via handphone. Ketika ditanya apa sebabnya, Jali jawab,” Tak tau kami, biasanya sudah turun,” tutupnya.

Selain Warga Muara Sako, pengakuan yang sama datang dari Badul (55), warga RT 01 Kelurahan Langgam. “Belum ada bantuan sedikitpun dari pemerintah daerah Pelalawan. Entah apa sebabnya, biasanya ada bantuan turun,” kata Badul kepada sbnc, melalui telepon selulernya.

Baca Juga :  Peringatan Dini Cuaca di Riau

Terkait dengan belum turunya bantuan banjir ini ke warga Kelurahan Langgam, Kadis Sosial Kabupaten Pelalawan, H. Muktaruddin mengatakan,”Laporan dari Lurah Langgam belum masuk ke kita. Jadi bagaimana kita turunkan bantuan sementara data – data belum ada,” ungkap Kadisos kepada sbnc.

Lurah Langgam, Maitizan saat ditanyakan masalah data ini mengatakan bahwa,”Data itu sudah lama dikirim ke Kecamatan,” ungkap Lurah Langgam.

Sementara itu Camat Langgam, Roby Ardelino saat dikonfirmasi melelui telepon seluler – nya menjelaskan,” Data itu sudah kita masukan ke Dissos pada Hari Senin kemarin (23/12 – red). Yang jelas saat ini korban banjir belum bisa dipastikan karena kondisi air naik terus. Hari ini kita masukan laporan korban banjir taunya besoknya bertambah lagi,” jelas Camat Langgam.

Baca Juga :  Kenapa Indonesia Dilanda Panas Terik, Ini Penjelasan BMKG

Seperti diketahui, banjir di Pelalawan disebabkan tiga faktor. Pertama curah hujan yang tinggi. Kedua faktor dibukanya pintu PLTA Koto Panjang, Kampar. Dan yang ketiga air pasang surut. Ketiga faktor itu ditambah lagi hutan yang sudah luluh lantah. (sbnc).

Komentari Artikel Ini