Sedang Perayaan HUT RI ke – 75 Puluhan Warga Disambar Petir dan 3 Tewas

Bagikan Artikel Ini:

Sedang Perayaan HUT RI ke – 75 Puluhan Warga Disambar Petir dan 3 Tewas

Suaraburuhnews.com – Bahagia bercampur duka. Selayaknya bersorak sorai bergembira di perayaan HIT RI yang ke – 75 namun berubah menjadi duka.

Itulah nasib nahas yang menimpa 23 warga Banten tersambar petir saat berlangsungnya pertandingan sepakbola memperingati HUT ke-75 RI.

Sebanyak tiga warga dinyatakan meninggal dunia.

Peristiwa tak terduga ini terjadi saat warga Desa Girimukti, Kecamatan Cilograng, Kabupaten Lebak, Banten merayakan HUT RI ke-75.

Diketahui sebanyak 23 warga tersambar petir sasat tengah melaksanakan lomba sepak bola untuk memperingati hari Kemerdekaan Senin (17/8/2020) sore.

Akibat peristiwa tragis itu, tiga orang dinyatakan tewas sementara lainnya menderita luka ringan hingga berat.

Korban yang tewas diketahui bernama Irpan bin Tata (16), Subadri (50) dan Ajid (17).

Kronologis kejadian menurut Kapolsek Cilograng, Iptu Asep Dikdik melalui sambungan telepon.

Seperti dilansir dari TribunJayeng.com
“Innalillahi Wa Innailaihi Rojiun, 23 Warga Tersambar Petir Saat Pertandingan Bola HUT RI, 3 Tewas”

Mulanya, saat itu warga desa tengah menggelar pertandingan sepak bola untuk memperingati hari kemerdekaan.

Namun mendadak hujan mengguyur lokasi pertandingan.

Sehingga, para pemain dan penonton mencari tempat untuk berteduh.

Disebutkan di lokasi kejadian terdapat pohon pinus.

Baca Juga :  Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un, Mengerikan Warga Rohil Diserang Buya Tanpa Kepala dan Tangan

Sebagian warga memilih untuk bertedug di bawahnya.

Namun tidak berselang lama, hujan turun disertai kilat.

Tapi tidak berselang lama kilat petir menyambar mereka yang berteduh di bawah pohon pinus.

“Petirnya menyambar pinus, dan kena sekitarnya yang ada kerumunan orang berteduh,” kata Kapolsek Cilograng, Iptu Asep Dikdik, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Senin (17/8/2020).

Sontak, peristiwa tersebut membuat warga yang berkerumun di lokasi tersebut langsung kocar-kacir.

Menurut Asep, dalam kejadian itu ada 23 orang yang menjadi korban dan langsung dilarikan ke puskesmas terdekat.

Namun karena luka yang diderita sebagian korban cukup parah, tiga orang di antaranya diketahui meninggal dunia.

Sementara beberapa warga harus di rujuk ke rumah sakit karena mengalami luka berat.

Jenazah para korban saat itu juga langsung diserahkan kepada keluarga untuk selanjutnya dilakukan pemakaman.

Warga pun tak menyangka, perayaan yang seharusnya berlansung meriah justru berubah menjadi duka.

Peristiwa Serupa: Tersambar Petir saat Main Bola

Sebelumnya, peristiwa serupa tersambar petir saat bermain bola juga sempat terjadi di Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, Kamis (20/2/2020) lalu.

Satu pemain bola dikabarkan tewas akibat tragedi ini.

Insiden ini berlangsung saat kedua pemain ini bertanding di ajang Bupati Cup U-16 di Konawe Selatan.

Baca Juga :  Proyek Semenisasi Jalan Desa Segamai Gagal, 200 Sak Semen Membeku Warga Lapor ke Penegak Hukum

Peristiwa tersebut terjadi pada hari ke-4 pelaksanaan turnamen sepak bola memperebutkan Bupati Cup I Usia 16 tahun.

Turnamen yang diikuti 25 tim dari 25 kecamatan di Kabupaten Konawe Selatan itu berlangsung di Stadion Lababa Silondae, Konsel.

Saat itu laga mempertandingkan tim sepakbola Kecamatan Tinanggea dan Kecamatan Buke.

Kedua korban yakni Muhammad Ferry (16) dan Musta (16) bermain untuk Kecamatan Tinanggea.

Keduanya adalah pemain tengah atau gelandang.

Pelatih Tim Persatuan Sepak Bola Tinanggea, Sahrum mengemukakan, Ferry terjatuh saat petir tiba-tiba menyambar.

Ia sempat berusaha berdiri.

Namun, tubuhnya tak mampu. Ferry pun duduk sambil mengeluh kesakitan.

“Teman di dekatnya yang lihat tadi ngaku memang (tubuh) almarhum mengeluarkan asap,” kata Sahrum, Jumat (21/2/2020).

Sempat dilarikan ke rumah sakit, Ferry kemudian tewas dengan luka bakar di tubuhnya.

Selain Ferry, petir juga menyambar satu rekannya yang lain bernama Musta (16).

Musta saat ini masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah Konawe Selatan.

Menurut keterangan pihak rumah sakit, kondisi Musta kini kian membaik.

Akibat peristiwa ini, pertandingan terpaksa ditunda.

Editor: Aps.

Poto : 23 Warga Kecamatan Cilograng, Kabupaten Lebak, Banten tersambar petir usai bermain sepak bola, Senin (17/8/2020). Tiga orang di antaranya dilaporkan tewas.

Komentari Artikel Ini