Buruh PT Duta Palma Nusantara Kuansing Unjuk Rasa ke Dusnaker Riau

Bagikan Artikel Ini:

Suaraburuhnews.com – Pekanbaru – Ratusan buruh berunjuk rasa ke kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Provinsi Riau, Senin (28/8/2017) siang. Para buruh menuntut beberapa poin yang mereka inginkan, terkait hak yang belum direalisasikan oleh perusahaan PT Duta Palma Nusantara di Kuansing.

Sebagaimana yang dilansir GoRiau.com, bahwa tuntutan para buruh itu adalah ; pertama menyangkut status PHK yang diberikan pada Sornop Siahaan selaku ketua pengurus cabang Serikat Buruh Sejahtera Indonesia Kabupaten Kuansing (DPC SBSI-KS). Kedua karena tidak dilaksanakannya pembayaran bonus 2015 terhadap para buruh.

Tuntutan berikutnya seperti yang dirilis pendemo, terkait tidak didaftarkan Buruh perkebunan sebagai peserta BPJS kesehatan dan pensiun. Kemudian keberatan pada perintah kerja pada hari libur resmi, serta keberatan atas sistem kerja target, karena itu dinilai pengunjuk rasa sebagai kerja paksa.

Baca Juga :  Pimpinan DPR Yakin RUU Otsus Papua Selesai Tahun Ini

Lalu persoalan slip gaji yang diakui para Buruh tidak dibuatkan oleh pihak perusahaan, serta meminta perusahaan mengembalikan upah yang dipotong. Ratusan buruh ini juga mendesak agar dilakukannya perundingan kerja sama (PKB).

Koordinator aksi Aris Gulo membeberkan, tidak hanya itu saja masalahnya, karyawan perusahaan juga mesti membeli alat kerja dengan uang sendiri. “Bahkan alat keselamatan juga cuma sebagian (Tidak seluruhnya, red) dapat,” terangnya diwawancarai GoRiau.com.

Massa mengancam bakal melakukan aksi mogok kerja, jika tidak ada penjelasan dan realisasi khususnya menyangkut pembayaran bonus, serta jika sistem kerja tidak diubah. Sampai berita diturunkan, ratusan Buruh ini masih bertahan di Disnaker Provinsi Riau.

“Itu kami tidak diberi BPJS kesehatan dan pensiun, harusnya sudah didaftarkan namun tidak dilakukan PT Duta Palma. Semenjak tahun 2015 (Sejak ditetapkan, red). Masalah bonus juga, tahun 2015-2016 yang dijanjikan belum dibayarkan,” ungkap Aris menjabarkannya.

Baca Juga :  Pelaku Pemukul Imam Masjid Baitul Arsy Pekanbaru, Ditetapkan Tersangka

Lalu soal santunan, bahkan tenaga kerja yang meninggal dunia karena kecelakaan kerja pun sampai kini masih ada yang tidak dibayarkan oleh perusahaan. Aksi unjuk rasa tersebut mendapat pengawalan dari puluhan aparat kepolisian dari Polsek serta Polresta Pekanbaru.

Pihak Disnaker sudah menggelar pertemuan dengan perwakilan pengunjuk rasa. Apa saja poin kesepakatannya belum diketahui oleh Aris, yang juga selaku Sekretaris (DPC SBSI-KS). “Kalau itu saya belum tahu seperti apa kesepakatannya, karena hasilnya masih dibawa DPC,” tutupnya.***

Editor : Rojuli

Komentari Artikel Ini