Korban Guru TK dan SD Berkedok Penipuan SK Honorer Bertambah 21 Orang 

Bagikan Artikel Ini:

Korban Guru TK dan SD Berkedok Penipuan SK Honorer Bertambah 21 Orang

Pelalawan – Viralnya kasus penipuan berkedok janjikan SK Honorer Pemda oleh oknum PNS Disdikbud Pelalawan berinisial JR terus memakan korban.

Sejak JMSI Kabupaten Pelalawan membuka pengaduan secara media elektronik dan kasus itu menjadi atensi Kejaksaan Negeri Pelalawan.

Korban yang sebelumnya berjumlah 34 orang, kini korban baru bertambah sebanyak 21 orang yang tertipu oleh oknum JR yang merupakan PNS Disdikbud Pelalawan.

“Sejak viralnya berita di media sosial dan pemberitaan online, kami sudah mendapat laporan dari masyarakat yang menjadi korban penipuan JR sebanyak 21 orang. Para korban bersal dari beberapa desa di Kecamatan Teluk Meranti,” kata Erik Suhenra S. I. Kom yang merupakan Ketua JMSI Pelalawan.

Baca Juga :  Kapolres Pelalawan Prihatin Terhadap 34 Guru SD dan TK yang Jadi Korban Penipuan

Dijelaskan Erik, sedangkan yang sudah ditangani oleh Kejaksaan Negeri Pelalawan berjumlah 34 orang korban. Insya Allah, untuk 21 orang korban ini sesuai dengan alat bukti nanti pihaknya akan serahkan ke Kejaksaan Negeri Pelalawan.

“Kita berharap pelaku cepat ditangkap, mengingat para korban terus bertambah,” harapan Erik.

Sementara itu, Marjuki (40) warga Kecamatan Teluk Meranti yang juga juru bicara 21 korban yang baru terdata mengatakan sejak viralnya pemberitaan kasus penipuan yang dilakukan JR dengan modus SK Honorer Pemda ini, para korban bermunculan.

Baca Juga :  FORMASI RIAU Minta Kejati Riau Memberikan Perkembangan Informasi Pengusutan Kasus Dugaan Korupsi di Rokan Hilir

“Kebetulan saya juga wartawan kecamatan, banyak masyarakat yang menjadi korban JR mengaduh. Jadi saya langsung melaporkan ke JMSI Pelalawan,”

Ditambahkan Marjuki, insya Allah data para korban dan alat bukti akan dikirim melalui media elektronik ke Kantor JMSI Pelalawan. Harapan korban pelaku dapat diadili seadil-adilnya sesuai peraturan berlaku. ***

 

Komentari Artikel Ini