Berkah Banjir

Bagikan Artikel Ini:

Siang itu, Pak Katung sedang asyik mengangkat alat penangkap ikan sejenis ‘agguh’. Sungguh beruntung siang Kamis 6 April 2017 Pak Katung mendapat tangkapan ikannya sangat banyak sekali. Hanya beberapa kali ‘ciduk’ dengan ‘angguh’ ikan sungai dapat satu tong kaleng bekas cat ukuran 20 kg. Kalau diperkirakan sekitar 12 kilo ikan segar.

Sosok nelayan tradisional ini sejak dari kecil berpropfesi sebagai nelayan tradisional. Hari-harinya tertumpu mencari ikan untuk menghidupi keluarganya. Diusianya yang senja ini dia tetap bersemangat menekuni sebagai nelayan.

Warga Desa Kuala Terusan ini sungguh banyak pengalaman tentang mencari ikan di Sungai Kampar ini.

Baca Juga :  Kelahiran Pancasila Sebagai Falsafah Negara, Dalam Membentuk Kepribadian Bangsa dan Rakyat Indonesia

Sebelumnya sangat sulit mendapatkan ikan sebanyak itu. Terkadang dalam satu bulan pun tak pernah dapat sebanyak itu. Kali ini memang rezeki dari Allah SWT. Sejak banjir ini surut ikan sungai sangat banyak di Sungai Kampar.

Anak ikan ‘menghitam’ di sepanjang sungai ini. Para nelayan berbondong-bondong menangkapnya dengan alat tradisional. Ada yang mereka manfaatkan ikan ini untuk dimasukan ke kolam sebagai bibit dan ada juga dimasukan ke dalam kerambah.

Dan ada juga mereka gunakan untuk sebagai pakan ikano di dalam kolam dan di dalam kerambah. Mereka memberikan makan ikan yang sudah mereka pelihara sebelumnya di kerambah ataupun kolam ikan. Dan ada juga mereka gunakan untuk di masak dan di jual.

Baca Juga :  Membangun Integritas Parpol dan Melepaskan Cengkraman Oligarki

Fenomena alam ini sejak dari dulu sudah menjadi siklus kehidupan. Ketika musim banjir tiba para ikan sungai menetaskan telurnya. Semua jenis ikan berkembang biak disaat musim banjir. Dan ketika air sungai surut maka berlimpah ikan sungai di berbagai sungai dan danau.***

Kemudian ikan yang sudah menyebar di berbagai sungai dan danau itulah setiap saat ditangkap oleh nelayan untuk memenuhi kebutuhan hidup.***

Komentari Artikel Ini