Home > Opini > LOKDOWN SAUDI DIBUK…

LOKDOWN SAUDI DIBUKA, SEMUA BERSYUKUR DAN GEMBIRA

LOKDOWN SAUDI DIBUKA, SEMUA BERSYUKUR DAN GEMBIRA

Oleh: Dr. H. Joni,SH.MH

​ KERAJAAN Saudi Arabia (KSA) telah membuka lockdown di negeri tersebut setelah cukup lama ditutup. Kabar ini tentu menggembirakan, karena KSA menjadi magnet tersendiri, khususnya bagi umat Islam. Dimaklumi, di negara tersebut ada dua tempat suci yang setiap saat diziarahi oleh ratusan ribu umat muslimin. Demikian juga di musim haji, jutaan umat Islam menunaikan rukun Islam ke lima, dengan melakukan serangkaian ritual di Makkah Almukarromah dan Madinah Almunawwaroh.

Proses Pembukaan

​Pada awalnya, penutupan dua tempat suci itu dimulai akhir Februari lalu. Setelah hampir dua bulan ditutup, kebijakan lockdown di dua tempat paling suci bagi umat Muslim di dunia itu dibuka kembali. Pembukaan ditandai dengan pernyatan resmi dari pihak pemerintah KSA. Pernyataan itu disambut gembira khususnya warga KSA dengan pawai dari penduduk kota. Mereka melalukan pawai keliling, dengan kendaraan berkuda serta iring iringan mobil dengan lantunan puji syukur kepada allah SWT atas berakhirnya musibah virus korona dan dibukanya dua tempat suci umat Islam dunia.

​Pada awalnya, kabar baik ini pertama kali dibagikan oleh Haramain Syarifain (pelayan dua tempat suci) melalui unggahan di Facebook dan Twitternya. Disebutkan bahwa dalam waktu dekat ini, seluruh umat Islam dapat kembali melaksanakan ibadah di kedua tempat paling suci tersebut. Hal inii kemudian dikuatkan oleh media theislamicinformation pada Rabu 29 April beberapa hari lalu. Dikabarkan penarikan kebijakan lockdown atau membuka kembali Masjidil Haram dan Masjid Nabawi ini ditetapkan setelah Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi melakukan sterilisasi serta memastikan seluruh area aman dari paparan virus corona.

​Sterilisasi itu dilakukan sehari sebelumya, atau pada pada Selasa 28 April 2020. Imam Besar Masjidil Haram Syeikh Abdurrahman Al Sudais beserta rombongan telah melakukan upaya sterilisasi di seluruh area Masjidil Haram, tak terkecuali Ka’bah. Unggahan proses sterilisasi itu dapat disaksikan melalui youtube dan beredar luas di masyarakat dunia. Dalam sterilisasi itu para punggawa mesjidilharam khususnya, menggunakan alat khusus yang dikenal dengan istilah teknologi ozon untuk memastikan proses disinfeksi berjalan efektif. Penelitian telah membuktikan ozon dapat menjadi disinfektan yang efektif, baik di udara maupun di dalam air, tidak saja untuk memantau keberadaan virus korona tetapi yang paling penting adalah untuk memberantasnya.
​Kehebatan, dan keakuratan alat ini dipastikan berdasarkan uji coba dari para ahli yang diketahui menggunakan gas ozon untuk membunuh bakteri E.coli yang sempat menyebar serta mengkhawatirkan penduduk dunia beberapa waktu lalu. Teknologi ozon juga dimanfaatkan sebagai disinfektan saat mensterilkan tempat-tempat yang telah terkontaminasi virus SARS, yang diidentifikkasi berasal dari hewan unta khususnya di KSA.

​Ciri khas dari alat ini, sebagaimana disampaikan oleh para ahli adalah ampuh membunuh bakteri dan virus, di samping keunggulan teknologi ozon yang terletak pada sifatnya yang tidak meninggalkan residu seperti disinfektan berbahan kimia pada umumnya. Diidentifikasi, gas ini merupakan alat yang paling efisien dan aman untuk menjalankan protokol disinfeksi dan sterilisasi di tempat yang ramai dikunjungi banyak orang, seperti rumah ibadah. Apa lagi di Makkah dan Medinah yang jamahhnya senantiasa berjubel.

​Pengumuman pembukaan dua tempat suci ini untuk sementara masih terbatas, dalam arti Sholat Tarawih dan Sholat Idul Fitri kemungkinan besar masih belum diperbolehkan karena dalam dua pekan ini mulai banyak pengunjung yang berdatangan. Hal ini dimaksudkan sebagai upaya untuk lebih memantapkan pengaruh alat pemberantas hama itu benar benar bekerja efektif, sehingga pada waktu setelah itu kondisi dua tempat suci, khususnya Makkah benar benar aman dari virus Korona.

Berakibat Luas

​Kembali dibukanya dua tempat suci itu, dan tentu saja nantinya diharapkan disusul oleh tempat lain di seantero Timur Tengah, membawa harapan baru bagi kembali mengeliatnya ibadah , khususnya haji dan umrah. Tempat lain di seantero Timur Tengah itu, misalnya di Mesir dengan situs peninggalan dari Bani Israil dan Nabi Musa berupa piramida, bukit sinai dan tempat lain. Di Yordania ada situs peninggalan kaum tsamud, kaum Luth kaum Syuaib dan lainnya.

​Khusus untuk haji tahun ini, dengan dibukanya kembali tanah haram berarti juga membawa haapan besar bahwa ibadah haji dapat diselenggarakan. Hal ini mengingat bulan Dzulhijjah masih akan datang sekitar bulan Juli 2020 ini. Bearti masih banyak waktu untuk dapat dipersiakannya segala sesuatu yang berhubungan dengan pelaksanaan rukun Islam ke lima dimaksud. Kabar optimisini pada sisi lain juga mengingat bahwa di sepanjang sejarah keberadaan Baitullah belum pernah ibadah haji tidak diselenggarakan secara total. Pernah dibatasi untuk negara negara tertentu, karena negara itu dinilai bermasalah dengan KSA, dan secara umum dinilai bermasalah dengan ritual haji. Jamaah dari negara tersebut berbuat onar, atau di negara tersebut diserang wabah sehingga warganya dilarang datang ke Makkah. Tetapi belum pernah sejarahnya ditutup total pada musim haji.

​Untuk Indonesia, diam diam proses pemberangkatan jamaah juga terus berlangsung. Untuk mencegah kekhawatiran publik, misalnya pembekalan untuk jamaah, pemantapan kinerja petugas haji dan sebagainya dipersiapkan tanpa publikasi. Ada sebagian kecil di antara petugas itu yang terpapar virus korona, seperti di Surabaya. Namun telah dikarantina, dan berdasarakan kabar resmi yang beredar mereka semua telah sembuh.

​Harapan baru setelah itu adalah kembali menggeliatnya ziarah umrah, yang setiap saat diberangktakan dari berbagai bandara internasional di seantero tanah air. Tak hanya bermakna itual, tetapi lebih dari itu ibarat air dan ibadah umrah ini di hulunya, mengalir dan menggerakkan ekonomi secara beruntun pada sektor yang lebih luas. Bisnis penerbangan kembali bangun, sarana transportasi lain juga demikian, di samping tentu saja sisi perekonomian lain yang melibatakan masyarakat secara luas.

​Kita berharap era virus korona segera berlalu, dan secara umum kembali menggairahkan denyut kehidupan rakyat khususnya pada sektor ekonomi, dan kegelisahan, ketegangan bahkan ketakuta terhadap virus ini segera berlalu.***

Komentari Artikel Ini