Dinasti Politik di Pelalawan, Ayah Eksutif Anak Legislatif

Bagikan Artikel Ini:

Dinasti Politik di Pelalawan, Ayah Eksutif Anak Legislatif

Macam mana fungsi pengawasan berjalan?

Tajuk

Suaraburuhnews.com – Pangkalan Kerinci – Hari ini Senin Tanggal 23 September 2019 menjadi catatan sejarah dalam perpolitikan di Pelalawan. Cacatan kelam dalam kelembagaan yang diakui dalam sebuah negara yang menganut sistem demokrasi.

Suasana pelantikan Ketua dan dua pimpinan wakil rakyat itu ketika rakyat Pelalawan dalam duka. Duka karena kubut asap yang sudah melanda 22 hari. Harapan demi harapan yang digantungkan ke wakil rakyat tak banyak berharap.

Belajar dari sebelumnya, sedangkan orang yang tak ada hubungan kekerabatan dengan eksekutifnya saja fungsi DPRD itu juga terseok-seok dalam perjuangan rakyat. Apa tah lagi saat ini yang jadi Ketua Legislatif itu anak kandungnya sendiri.

Baca Juga :  Secangkir Kopi dalam Semangat World Tree Day

Pesimis tak boleh, tetapi prediksi boleh-boleh saja. Bak kata pepatah, jauh panggang dari api.

Ada tiga fungsi legistif yang diamanahkan undang – undang.
DPRD memiliki tiga fungsi, yaitu :

1. Legislasinya, berkaitan dengan pembentukan peraturan daerah.
2. Anggaran, Kewenangan dalam hal anggaran daerah (APBD)
3. Pengawasan, Kewenangan mengontrol pelaksanaan perda dan peraturan lainnya serta kebijakan pemerintah daerah.

Mengaris bawahi ketiga fungsi itu bahwa akan dikhawatirkan fungsi tersebut akan berdanpak buruk kepada Kabupaten ini. Disinyalir fungsi-fungsi itu akan digunakan untuk berbagi-bagi keptingan yang sarat dengan korupsi.

Seeangkan fungsi pengawasan diprediksi tidak akan berjalan sebagaimana layaknya. Karena tak mungkin seorang anak selaku ketua dewan mengawasi ayahnya sebagai seorang Bupati.

  • Menurut Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), dinasti politik akan berdampak lebih banyak dampak negatif, karena politik dinasti akan mengaburkan atau bahkan meniadakan fungsi checks and balances dalam pemerintahan. Kita tentu sulit mengharapkan seorang anggota DPRD dari dinasti A mengkritisi ekskutif yang juga berasal dari dinasti A di mana mereka memiliki hubungan kekerabatan. Dan checks and balances yang buruk akan mengarah ke pratik korupsi, sebagaimana yang terjadi di Banten, (VIVA).

Oleh karena itu kita harapkan kepada anggota dewan dan pimpinan yang lain semoga menjalankan fungsi di atas dengan sebaik-sebaiknya.(sbnc-tajuk)

Baca Juga :  Jembatan Putri Tujuh Nasibmu Kini

Poto : Papan Catur

Komentari Artikel Ini