Kronologis Penemuan Mayat Perempuan di Kebun Karet Warga Desa Tambak

Bagikan Artikel Ini:

Suaraburuhnews.com – Langgam – Kapolres Pelalawan AKBP Kaswandi Irwan SIK melalui Paur Humas mengatakan kepada awak media tentang kronologis penemuan mayat perempuan di Kebun Karet areal 32 Desa Tambak Kecamatan Langgam Kabupaten Pelalawan, kemarin pagi.

Dimana pada Hari Senin (30/10) sekira pukuk 11. 00 Wib telah ditemukan mayat perempuan di kebun karet Milik Anasri di areal 32. Korban bernama Yeni (35) yang sehari-hari berkerja tukang deres karet milik Anasri di areal 32. Ciri-ciri korban; rambut sebahu, baju kaos panjang berwarna ungu motif kotak dan mengunakan celana Jeans panjang warna biru dongker. Mayat korban pertama disaksikan oleh Anasri (39) pemilik kebun kemudian alamat Kelurahan Langgam , saksi kedua Bobi (36) alamat Kelurahan Langgam. dan saksi ke tiga Darwin (49) alamat Kelurahan Langgam.

Baca Juga :  Kabinda Papua Gugur Ditembak KKB

Kronologis kejadian pada Hari Senin (30/10) sekira jam 10.00 Wib ketika saksi 1 Anasri dan saksi 2 Bobi datang ke kebun miliknya yang berada di areal 32 Desa Tambak Kecamatan Langgam untuk mengutip karet. Sampai di kebun, saksi Anasri singgah di pondok tempat tinggal korban namun tidak menjumpai korban dan suaminya lalu Anasri menderes karet yang berada di samping pondok sekira 30 meter ditemukan mayat korban dalam posisi terlentang lalu saksi Anasri memberitahukan saksi Bobi dan Darwin kemudian melaporkannya ke Polsek Langgam.

Baca Juga :  Arab Saudi Tetapkan Awal Ramadhan 1442 H, 13 April

Dari Hasil pengecekan di TKP, suami korban tidak ada di TKP dan pada pemeriksaan awal di TKP, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuk korban. Identitas suami korban bernama Slamet (40) pekerja kebun karet. Menurut Anasri korban dan suaminya bekerja di kebunnya sekitar 2 minggu dan pada Hari Jumat (26/10) Anasri berjumpa dengan korban dan suaminya namun pada Hari Sabtu, Anasri menelpon mereka namun sudah tidak ada jawabannya.

Saat ini jenazah korbah di bawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk dilakukan otopsi.(sbnc/01)

Komentari Artikel Ini