Fenomena Dinasti Politik Pelalawan Dua Putra Bupati Daftar Pemilukada

Fenomena Dinasti Politik Pelalawan Dua Putra Bupati Daftar Pemilukada

Suaraburuhnews.com – Pangkalan Kerinci – Seperti kecanduan kekuasaan dinasti politik sepertinya tumbuh subur di Kabupaten Pelalawan, Riau. Entah skenario apa yang dimainkan oleh Bupati HM. Harris om terhadap kedua putranya yang saling daftar ke Parpol untuk maju sebagai Balon Bupati Pelalawan pada Pemilukada serentak tahun 2020.

Seakan muncul phobia politik dari bapaknya (HM. Harris) sendiri akan hilang kekuasaannya dari tampuk pemerintahan di Kabupaten ini. Memang sejak berdirinya Kabupaten Pelalawan kekuasaan yang diraih HM. Harris sampai sekarang diacungkan jempol. Dua periode menjadi Ketua DPRD dan dua periode menjadi Bupati Pelalawan.

Kegamangan itu seakan sudah muncul ke publik. Pada Tanggal 14 Oktober 2019 yang lalu Adi Sukemi mendaftar ke DPD Partai Demokrat Pelalawan. Tiga hari setelah adiknya nendaftar ke Partai SBY itu mendaftar pula Budi Atriful abang kandung Adi Sukemi anak Bupati Pelalawan di partai yang sama. Kemudian sebelumnya Adi Sukemi sudah mendaftarkan dirinya di PKS pada Tanggal 1 Oktober 2019.

Walau baru sekedar pendaftaran di parpol tetapi gerak gerik dinasti politik yang akan dibangun Bupati Pelalawan sudah mulai mencakar rival.

Sekarang ini sudah satu orang anaknya menjadi Ketua DPRD Kabupaten Pelalawan, satu orang putrinya Sewitri di DRPD Propinsi Riau.

Pertanyaannya siapakah yang akan disorong menjadi Calon Bupati Pelalawan tahun 2020 oleh sang Bapaknya. Apakah dengan pendaftaran ke dua putranya ini sebagai bahan survei, siapa yang mempunyai nilai jual politik di tengah masyarakat Kabupaten Pelalawan. Atau sebagai bahan percobaan respon dari masyarakat. Dalam politik semua dialkukan untuk mencapai tujuan.

Melihat fenomena politik di Kabupaten Pelalawan saat ini pertanyaannya apakah partai Golkar Pelalawan kekurangan figur. Atau memang figur – figur yang lain di partai ini tidak diberikan ‘nafas’ untuk maju pada Pemilukada serentak oleh penguasa partai Golkar Kabupaten Pelalawan?

Kompetisi politik semakin hari semakin panas. Di setiap parpol akan menyorong para kadernya untuk berkompetisi pada Pemilukada serentak tahun depan.

Menurut Ahmad Soleh Ricardo bahwa
Fenomena dinasti politik yang hadir di Indonesia, sering kali menjadi hal yang harus di hindari. Mengingat banyak dampak negatif dari pada positifnya yang dihasilkan dari dinasti politik, membuat kita perlu ikut serta dalam menyikapinya. Dinasti politik merupakan salah satu kemunduran atau ketidaksempurnaan dari demokrasi Indonesia.

Hal ini dapat dilihat dari sering terjadinya praktek dinasti politik di daerah-daerah yang ada di Indonesia. (tajuk – sbnc).

Poto : Ilustrasi.

Komentari Artikel Ini