Perang Korea Pecah, Puluhan Ribu Warga AS Bakal Tewas

Bagikan Artikel Ini:

Moskow – Sebuah tindakan skala penuh di semenanjung Korea akan membunuh puluhan ribu warga Amerika Serikat (AS) yang tinggal di Korea Selatan (Korsel). Begitu peringatan yang dikeluarkan oleh Dewan Keamanan Rusia.

Sekretaris Dewan Keamanan Rusia Nikolai Patrushev mengatakan AS sangat menyadari bahwa kemungkinan serangan terhadap Korea Utara (Korut) akan menimbulkan korban jiwa yang besar pada 250 ribu orang Amerika yang berada di Korsel.

“Jika pertempuran berskala besar pecah di semenanjung Korea, puluhan ribu warga AS akan meninggal,” Patrushev menekankan seperti dikutip dari Russia Today, Selasa (26/12/2017).

Dia menambahkan hasil seperti itu dikenal sebagai korban yang tidak dapat diterima dalam bahasa militer setiap negara.

Baca Juga :  Lagi Imam Shalat Masjid di Pekanbaru Dipukul, Pelaku Diamankan Polisi

Pejabat keamanan tersebut mengulangi bahwa situs peluncuran artileri dan roket Korut diposisikan hanya 50 kilometer dari Seoul, sebuah kota metropolis yang semarak menampung sekitar 10 juta orang. Sementara itu, Washington memikul tanggung jawab untuk berkontribusi pada ‘lingkaran setan’ ketegangan di semenanjung tersebut.

“Hari ini, AS membuat pernyataan agresif dan provokatif terhadap kepemimpinan (Korea Utara) dan seluruh rakyat Korea Utara, dan melakukan latihan angkatan udara dan angkatan laut berskala besar bersama dengan Korea Selatan,” ucap Patrushev.

Untuk bagiannya, Pyongyang merespon dengan peluncuran rudal balistik baru dan pernyataan yang sama kerasnya.

“Lingkaran setan ini dipecah hanya dengan cara politik dan diplomatik saja,” Patrushev menambahkan.

Baca Juga :  Aduh, Oknum PNS di Inhil Sedang Asik Pesta Sabu Diciduk

Moskow dan Beijing, dia menekankan, sekarang mendorong sebuah peta jalan komprehensif yang mencakup Korut menghentikan uji coba rudal serta nuklirnya, dan AS menghentikan latihan militernya di semenanjung tersebut.

Moskow percaya bahwa Washington, sementara dengan pura-pura menganjurkan sebuah rencana perdamaian, memanfaatkan isu nuklir Korut untuk membatasi pengaruh Rusia dan China serta melakukan militerisasi di Asia Pasifik, kata kepala Dewan Keamanan.

“Washington sangat konsisten dalam rencananya untuk menerapkan elemen sistem pertahanan rudal globalnya di kawasan ini,” kata Patrushev.

“Kami tidak dapat mengesampingkan bahwa meningkatkan ketegangan di sekitar Korea Utara menguntungkan tujuan strategis Amerika Serikat,” tukasnya.*

Editor : Rojuli
Sumber : SINDONEWS

Komentari Artikel Ini